Ditengah-tengah kenaikan harga BBM jenis pertamax, kami teringat dengan inovasi kreatif dari siswa jurusan otomotif di SMK Panca Bhakti, Kabupaten Banjarnegara, yang berhasil menciptakan motor trail bertenaga listrik.
Berikut adalah poin-poin utama dari inovasi tersebut:
* Latar Belakang: Inovasi ini muncul sebagai respons terhadap kenaikan harga BBM dan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil (0:07 - 0:21, 0:57 - 1:03).
* Spesifikasi Performa: Motor ini tidak menghasilkan suara bising dan mampu melaju dengan kecepatan sekitar **40 hingga 50 km/jam** (0:37 - 0:54).
* Efisiensi: Dengan waktu pengisian daya (*charging*) selama 12 jam, motor ini dapat menempuh jarak sekitar **30 hingga 40 kilometer** (1:50 - 1:57).
* Biaya Produksi: Biaya yang diperlukan untuk merakit satu unit motor trail listrik ini adalah sebesar **12 juta rupiah** (1:18 - 1:20).
Karya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menyiasati harga BBM yang melambung dengan beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya (1:57 - 2:06).
==========================================
Projek ini adalah kelanjutan dari projek sebelumnya yaitu sepeda motor listrik menggunakan barang-barang bekas
Poin-poin utama inovasi tersebut:
* Pemanfaatan Limbah: Motor ini dirakit menggunakan sisa-sisa bahan praktikum jurusan *TBSM* (Teknik Bisnis Sepeda Motor) dan *TKRO* (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif), serta komponen baterai dari barang yang tidak terpakai (0:02-0:04, 3:34-3:38).
* Spesifikasi: Sepeda motor listrik ini mampu menempuh jarak hingga **20 km** dengan daya tahan baterai selama **2 jam** (0:35-0:39).
* Tujuan: Proyek ini digagas untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui (2:29-2:37).
* Dukungan Sekolah: Kepala sekolah, Bapak *Muldiyanto*, menyatakan dukungannya terhadap kreativitas siswa dan berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan, bahkan mungkin diperkenalkan ke pemerintah untuk produksi massal (4:19-5:05).